Menanggapi Internet Illegal, Siapa Yang Salah?

Semakin majunya ilmu di bidang teknologi dan informasi maka semakin maju pula cara berpikir para penggunanya. Akan tetapi dalam cara berpikir mereka bermacam-macam, ada yang berpikir secara rasional untuk maju menanggapi perkembangan (positive) dan ada pula yang malah terbawa ke perkembangan yang buruk (negative). Perkembangan ini-pun tak lepas dari peranan suatu jaringan internet yang digunakan untuk  kegiatannya yang tentu saja ada batasan penggunaan (kuota) yang diberikan oleh providernya. Nah, anehnya dari sini muncul kelompok kecil yang menjadikan internet itu bisa digunakan tanpa adanya kuota provider dengan sedikit modifikasi. Kenapa disebut kelompok kecil?, alasannya karena tidak semua orang bisa melakukannya. Mungkin dari 1000 orang hanya ada 1 orang yang bisa menggunakannya.

Cara ini bisa dibilang kotor tapi bagi penguna aslinya itu dianggap sah-sah saja, karena mereka juga membutuhkan suatu penelitian dalam pengerjaan riset (angap saja riset ya) internet illegal ini. Ya, jika dibayangkan benar juga sih, mereka mungkin bisa menemukan modifikasi ini setelah ratusan riset ini gagal. Ketika satu riset gagal maka mereka akan memodifikasi lagi riset tersebut secara terus-menerus sampai benar-benar berhasil. Apalagi jika riset sudah berhasil, tapi modifikasi tidak bisa lagi berjalan/digunakan, jadi mereka melakukan riset lagi deh.

Sebenarnya bukan salah mereka juga sih, tapi karena mereka merasa bahwa tarif internet yang begitu mahal maka mereka mencari suatu jalan alternative yang dianggap bagi mereka lebih menguntungkan. Dengan tidak keluarnya biaya lebih, mereka bisa mengakses internet tanpa batas (tapi kadang ada batasan juga sih). Jadi ini salah siapa, pengguna atau providernya?. Kalau menurut saya sih tergantung dari mana sudut pandangnya, karena banyak perbedaan pendapat yang dilontarkan oleh setiap individu. Tapi adanya kelompok ini juga tidak merugikan bagi para provider, buktinya mereka mampu meraup laba bersih triliunan rupiah setiap tahunnya. Jadi mau salah siapa itu terserah kalian yang berkomentar nantinya.

Baiklah, karena kalian sudah mau membaca artikel saya ini maka saya akan memberitahukan (sedikit bocoran saja ya) mengenai internet gratis (bukan 0 rupiah tapi, kadang sedikit modal dan usaha). Untuk PC/Laptop (personal computer) hanya OS windows saja yang saya tahu, kalian bisa menggunakan alat/tolls seperti Bitvise, Proxyfier, Injek dan tentu sebuah akun SSH yang gratisan ataupun berbayar. Nah untuk android juga bisa loh, kita hanya butuh suatu sebuah aplikasi HTTP Injektor (masih banyak lagi aplikasinya), confignya dan akun SSH sudah bisa menikmati internet gratis.

Jika ada yang mau ditanyakan secara pribadi bisa kalian kirim email ke saya  => mastermeidi@gmail.com atau bisa melalui Whatsapp 083867412418

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


*