Memahami Sebuah Arti Etika Secara Lebih Ilmiah Dan Mendalam

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar orang mengatakan tunjukanlah etika yang baik, tapi tahukah anda makna sesungguhnya sebuah etika? Secara Garis besar makna Etika adalah kajian tentang nilai-nilai dan perilaku moral. Ia berusaha menjawab pertanyaan seperti “apa yang harus kulakukan?” “ apa itu kehidupan yang baik bagi semua orang?”. Dan “apa prilaku yang baik?”. Sehingga teori etika berorientasi pada pengajuan nilai-nilai yang benar sebagai pondasi bagi tindakan tindakan yang benar. Menurut Titus dan Smith menganggap bahwa persoalan moralitas adalah isu sentral akhir-akhir ini.

Masyarakat dunia telah menciptakan kemajuan-kemajuan teknologi yang tak terprediksikan, namun tidak membuat kemajuan secara berarti, jika malah tidak sama sekali, dalam konsepsi-konsepsi moral dan etika. Pada tahun 1952, George S. Counts mencatat bahwa masyarakat barat telah dipesonakan oleh kemajuan teknologi yang mengarah pada memahami kemajuan manusia secara umum dalam peristilahan teknologis. Kemajuan berarti perkakas yang lebih baik, peralatan kerja yang lebih canggih, sarana transportasi yang lebih baik dan cepat dan kesenangan hidup yang lebih memuaskan. “Kita belajar hari ini, hanya untuk derita” tutur Counts, “bahwa kemajuan, ketika tanpa disertai dengan pembangunan kembali secara seimbang dalam dataran pemahaman dan nilai, adat istiadat kelembagaan, sikap dan loyalitas dapat mengarah kepada kekacauan dan bencana.”. Satu dekade berikutnya, ketika menulis tentang topik yang sama, mengutip pernyataan Wernher Von Braun, pakar roket, sebagai peringatan,” Jika ukuran etika dunia gagal berkembang seiring kemajuan evolusi teknologi, maka kita akan binasa”.

Melihat hal tersebut dan pendapat-pendapat dari pakar philosophy dan juga teknologi menunjukan perilaku atau etika itu memang sangatlah penting seiring kemajuan teknologi. Akan tetapi pada kenyatannya kemajuan teknologi tidak dibarengi dengan etika yang baik sehingga kemajuan teknologi akan membawa hal yang buruk dengan seiring waktu. Hal tersebut kita dapat renungkan bahkan diamati dilingkungan kita.

Referensi
1. Titus anda Smith,Living Issues in Philosophy, Hal 115
2. Gerorge S.Counts, education and America Civilization (new York. Bureau of Publication 1952. Hal 130
3. Grorge S Counts, education and the foundation of Human freedom: University of Pittsburgh press,1962, Hal 27-28

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


*