Kebenaran Melalui Observasi

Epistemologi realisme adalah sebuah pendekatan common sense terhadap dunia yang mendasarkan metodenya diatas Serapan indrawi. W.E Hocking mencatat bahwa realisme sebagai suatu watak umum dari mind adalah sebuah kecendrungan untuk menjaga diri kita dan preferensi kita agar jangan sampai mencampuri putusan tentang segala sesuatu, membiarkan objek-objek berbicara untuk diri mereka sendiri.

Kebenaran bagi penganut realisme dinilai sebagai fakta yang dapat diamati. Serapan indra adalah sarana untuk memperoleh pengetahuan. Realisme menggunakan metode induktif dalam upaya mengungkap dunia kealaman dan dalam mendeteksi prinsip-prinsip umum dari observasi. Penganut realisme berusaha menguak bagaimana dunia ini bekerja lewat pengujian terhadapnya. Dengan demikian hukum kealaman yang berhasil dkuak dipercayai saat ini adalah besifat lekat-menyatu dalam hakikat realitas. Ia kiranya dipahami sebagai hal yang absolute, mendahului pengalaman manusia tentangnya, dan tidak berubah. Dari perspektif ini, keberadaan ‘Hukum Alam’ bagi penganut realisme dapat dianggap memiliki gaung yang sama besarnya dengan ‘Akal Absolut’ bagi penganut idealisme. Dua pendapat itu adalah konsepsi-konsepsi tentang hakikat puncak dan di luar sana dari kebenaran dan realitas. Realisme cenderung pada teori korespondensi untuk mengabsahkan konsepsinya tentang kebenaran yakni: Kebenaran adalah hal yang sesuai dengan situasi aktual sebagaimana ditangkap oleh si pengamat. Dan hal lain yang dapat ditambahkan dalam kesimpulan kebenaran ini adalah hasil dari sebuah percobaan atau pengujian terhadap sesuatu yang akan diujikan, dan hasilnya bersifat universal artinya dapat diterapkan dimanapun dengan cara yang sama. Ketika semua hal tersebut sudah memenuhi syarat maka hasil dari percobaan itu dapat dikatakan sebagai kebenaran yang diperoleh dari Observasi.

Referensi
1. Hocking, types of Philosophy, Hal 225
2. Harry s. Broudy, Building a philosophy of education, edisi II

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


*