Menanggapi Fenomena Alam Dengan Mengedepankan Logika

Dengan kemajuan teknolgi yang sangat pesat di era sekarang ini, memungkinkan setiap fenomena alam atau kejadian aneh, dan unik lainnya yang terjadi pada ujung dunia dapat dibagikan ke seluruh antero jagat dalam sekejap. Namun mudahnya informasi untuk dibagikan tidak didukung dengan kesadaran untuk memberikan informasi yang lebih logis untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya memahami fenomena alam dengan mengedepakan ilmu pengetahuan yang ada dari berbagai cabang ilmu, tidak mengedepakan keuntungan semata dan membuat kekacauan umum. Kenapa saya mengatakan hal ini, karena di Indonesia ini khususnya media-media Nasionalpun yang berkelas terkadang menyebarkan berita dalam balutan yang tidak masuk akal, padahal apa yang disampaikan dalam berita tersebut dapat mengakibatkan effek yang besar pada masyarakat. Contoh yang sangat nyata seperti hal yang web resmi national geographic yang terkenal ilmiah dalam melakukan pemberitaan, dia pernah dan masih memposting artikel tentang kapal titanic yang ternggelam oleh alien dimana isu sampah seperti ini sudah lama dibantah dalam artikel-artikel referensi bahasa inggris (Link bisa didapatkan pada akhir artikel). Tapi hal ini bukan pembahasan untuk hari ini.

Poin utama yang ingin saya sampikan adalah di era sekarang kita tidak bisa menerima informasi secara mentah dan harus lebih mengedepakan logika, sehingga kita dapat bersikap dengan baik. Dan untuk bisa mengedapkan logika kita harus dekat dengan berbagai cabang ilmu yang anda tekuni dan menjelaskan dengan apa yang anda ketahui untuk disebarkan dan mencerdasarkan masyarakat dalam menyikapi suatu hal sehingga, Indoneisa bisa memiliki masyarakat yang tidak mudah terprovokasi. Hal lain yang tidak kalah penting adalah siapapun kita dan posisi atau pekerjaan kita, kita harus dapat bertanggung jawab dengan sebuah berita yang kita sebarkan dan menganalisa terlebih dahulu dari berita yang kita terima sebelum disebarkan walau itu hanya sekedera disebarkan dalam group Whatsapp atau BBM.

Sebagain contoh kasus tentang fenomena yang unik yang pernah terjadi yaitu adalah hujan darah, setidaknya itulah yang masyarakat sebutkan atau artikel-artikel tersebar di dunia maya. Kita kembali pada kejadiah tahun 13 Mei 2009 di India. ( link berita CNN dapat didapatkan di akhir artikel)

Hujan darah Kerala, ketika peristiwa ini terjadi, hal ini membuat masyarkat ketakutan dan akan membuat cerita-cerita yang beredar tidak karuan dan bisa menimbulkan kekacauan, terlepas lagi berita menggunakan istilah darah dan bukan merah sebagai judul berita dan artikel seolah-olah setiap unsur bekerja sama untuk membuat hal ini menjadi lebih menyeramkan dan menakutkan, akan tetapi jika kita bisa berfikir logika maka hanya akan menimbulkan pertanyaan apa penyebabnya dan bagaimana itu bisa terjadi yang membuat kita akan bertindak untuk menjelaskannya. Jadi hal pertama kita harus tahu kalau istilah “hujan darah” tidak berarti benar-benar terjadi hujan darah hewan atau manusia. istilah “darah” hanya digunakan untuk merujuk kepada materi air yang berwarna merah. Walaupun langka, namun peristiwa “hujan darah” bukan sesuatu yang asing dalam dunia sains. Contohnya, peristiwa serupa juga pernah terjadi di Columbia pada tahun 2008.

Beberapa peneliti telah mengajukan teori mengenai hujan merah Kerala. Salah satunya adalah teori yang mengatakan kalau materi merah yang bercampur dengan air hujan itu adalah sejumlah besar darah kelelawar yang terbunuh ketika melewati badai. Sebagian lain percaya kalau warna merah itu adalah pasir gurun yang terbawa angin dan jatuh bersamaan dengan hujan. Lalu, ada lagi teori yang menyebutkan kalau partikel merah itu sebenarnya adalah debu meteor. Pada kasus “Hujan darah” yang terjadi di Sisilia pada tahun 1872, peneliti berhasil menemukan adanya kandungan besi merah yang membuat mereka mengambil kesimpulan kalau partikel merah itu diakibatkan oleh debu meteor. Sebagian lagi percaya kalau warna merah itu mungkin disebabkan oleh sejenis bakteri karena peristiwa serupa (walaupun bukan berupa hujan) pernah terlihat di Antartika dimana saljunya mengeluarkan cairan merah seperti darah. Sayapernah memposting mengenai ini pada tanggal 14 Mei 2010. Namun, mengenai hujan darah Kerala sendiri, pemerintah India bersama Centre for earth Science Studies telah mengeluarkan pernyataan resmi kalau penyebab warna merah tersebut adalah spora sejenis alga yang termasuk ke dalam genus Trentepohlia. Alga jenis ini memang banyak terdapat di wilayah Kerala. Penemuan ini didukung oleh Seffield University yang bersama dengan Dr.Chandra Wickramasinghe telah lama mempelajari spora stratosferiksecara mendalam. Dr.Wickramasinghe mengatakan kalau partikel merah pada hujan Kerala mirip seperti jamur karat dan ia juga menegaskan tidak adanya darah pada hujan tersebut. Namun, walaupun penyebab warna merah pada air hujan telah diketahui, para peneliti masih belum bisa memastikan bagaimana spora itu bisa menyebar dalam jumlah besar. Tetapi paling tidak, kita tahu kalau peristiwa ini sama sekali tidak berhubungan dengan sesuatu yang mistik.

Seperti halnya yang saya tuliskan judul dalam blog ini menterjemahkan maksud alam dengan kode kimia, hal ini lah yang ingin saya sampaikan bahwa setiap peristiwa itu terkait dengan peristiwa lainnya dan selalu ada cara untuk memahaminya, bahkan tuhan mengajarkan kita untuk berfikir agar kita mudah bersyukur. Sebagai orang orang yang mempelajarai kimia mari kita mengedepakan logika dan menjelaskan kepada orang sekitar kita kesadaran untuk berlogika dalam menangapi fenomena alam aneh yang sering terjadi akhir-akhir ini.

Refresi berita
1. http://edition.cnn.com/2006/TECH/science/06/02/red.rain/index.html?eref=yahoo
2. http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/06/kapal-titanic-ditenggelamkan-alien-benarkah

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


*